'Berangkat Rapi, Kenapa Pulang Jadi Begini?' Tangis Ayah Saat Jenazah Kakak Adik Korban SJ-182 Tiba

 Tangis Wagiyo pecah di depan jenazah kedua putranya yang menjadi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

Pria berusia 66 tahun itu sampai tak kuat berjalan sendiri hingga harus dipapah oleh anggota keluarga lainnya.

Wagiyo terlihat sangat terpukul saat mendapati kedua anak kandungnya yakni Suyanto (40) dan Riyanto (32) sudah meninggal dunia.

Bahkan, ia tak sempat lagi kondisi kedua putranya lantaran jasadnya sudah terbungkus rapi menggunakan peti jenazah saat diantarkan ke rumah duka di Sragen, Jawa Tengah, Minggu (31/1/2021).

Seperti diketahui, Suyanto (40) dan Riyanto merupakan korban musibah kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak.

Jasad Suyanto dan Riyanto teridentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri berbarengan dengan jasad pilot Sriwijaya Air SJ 182, Captain Afwan pada Jumat (29/1/2021)
lalu.

"Pertama korban atas nama Afwan RZ (54), kedua atas nama Suyanto (40), ketiga atas nama Riyanto (32)," ujar Karopenmas Polri Brigjen Rusdi Hartono, Jumat (29/1/2020).

Sehingga, total jenazah korban yang telah diketahui identitasnya sudah mencapai 58 jenazah dari total 62 penumpang pesawat.

"Jadi sampai sore hari ini tim berhasil mengidentifikasi sebanyak 58 jenazah (korban Sriwijaya Air SJ 182), dari 62 korban seluruhnya," katanya.

Jenazah Disambut Tangis Keluarga

Tangis keluarga Riyanto (40) dan Suyanto (32) pecah saat jenazah korban Sriwijaya Air SJ-182 itu tiba di Dukuh Tengaran, Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen pada Minggu (31/1/2021) siang sekitar pukul 11.50 WIB.

Orang tua korban, Wagiyo tak kuasa menahan air matanya ketika melihat kedua putranya telah tiada.

Saat peti dibawa masuk ke rumah duka, Wagiyo mendekati kedua peti jenazah anaknya sembari dipapah oleh anggota keluarganya.

Koe pamit mangkat nyambut gawe kondisi ne rapi, mulih-mulih kok dadi koyo ngene," kata dia sambil meletakkan kepalanya di atas peti jenzah, Minggu (31/1/2021).

Arti kalimat di atas yaitu kamu pamit berangkat kerja dalam keadaan rapi tapi pulangnya malah dalam keadaan seperti ini.

Istri dari Riyanto maupun Suyanto juga menangis saat melihat suami mereka meninggal dunia.

Mereka tidak percaya suaminya pergi begitu cepat meninggalkannya.

Suyanto meninggalkan satu orang istri dan satu anak perempuan.

Sementara Riyanto meninggalkan seorang istri dan dua anaknya.

Satu laki-laki dan satu perempuan.

Wagiyo (66) pun mengaku telah mengikhlaskan kepergian kedua putranya itu untuk selama-lamanya.

"Saya ikhlas apapun yang terjadi. Yang penting jasadnya ditemukan," kata Wagiyo.

Dimakamkan Berdampingan

kakak beradik Suyanto (40) dan Riyanto (32) korban Sriwijaya Air SJ-182 dimakamkan berdampingan.

Kedua pria Asal Sragen Jawa Tengah dimakamkan di pemakaman Dukuh Tengaran, Katelan, Tangen, Sragen, Jawa Tengah, Minggu (31/1/2021).

Kepala Desa Katelan Kunto Cahyono mengatakan kedua jenazah disalatkan setelah tiba di rumah duka.

Setelah itu, kedua jenazah dibawa menggunakan mobil ambulans menuju ke tempat peristirahatan terakhir.

Acara pemakaman dihadiri ratusan teman dari pergurua n silat, aparat TNI/Polri dan perwakilan maskapai Sriwijaya Air.

"Pemakamannya dalam satu tempat di pemakaman Tengaran. Dari pihak Sriwijaya Air juga hadir di sini untuk prosesi pemakaman," kata Kunto, di Sragen, Jawa Tengah, Minggu.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "'Berangkat Rapi, Kenapa Pulang Jadi Begini?' Tangis Ayah Saat Jenazah Kakak Adik Korban SJ-182 Tiba"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel